Blacklist Babysitter


Editted by admin01 on 24 June, 2009 - 11:30.

Blacklist Rwantika

Saya Mao membagi cerita tentang perempuan ini. Dia bernama Rwantika, asal tangerang, Banten. Umur sekitar 20-an. Panggilannya Ikah. Ikah bekerja di tempat saya sebagai suster sejak bulan November. Dia bekerja selama 3 bln. Dan selama 1 bulan pertama dia bekerja didampingi oleh mantan suster keponakan saya.Dan selama itu pekerjaannya saya nilai sangat bagus & memuaskan. Mungkin itu disebabkan oleh adanya persaingan diantara dia & mantan suster keponakan saya tersebut. Dia dengan telaten mengurus & memegang semua pekerjaannya. Sampai2 kami berpikir dia sanggup untuk bekerja menangani segalanya sendirian. Sehingga kami memutuskan untuk memulangkan sang pendamping, mantan suster keponakanku itu.

Namun, setelah kepergiannya, Ikah menjadi teledor & malas. Serta pembangkang. Apapun ucapan saya, pasti akan dia bantah. Dan semua pekerjaannya harus diperintah. Bahkan dalam mengurus Joe, dia harus menunggu perintah. Joe baru dia pegang setelah jam 7.30 pagi. Setelah segala urusan untuk dirinya selesai. Dia bangun jam 6 pagi, bahkan kadang2 lewat. Padahal sudah berkali2 saya peringatkan dia untuk bangun lebih pagi karena sekarang Joe sudah makan nasi Tim, & banyak yang harus dilakukannya di pagi Hari.

Satu Hari Joe hanya minum susu sebanyak 2 botol, yang saya buatkan sendiri. Sebanyak 120-150cc/btl,,,itupun tidak habis karena dia malas untuk sering2 memberikannya. Memang Joe kalo minum susu tidak bisa langsung habis. Kadang hanya terminum 30cc, kadang hanya setengahnya. Jadi setiap Hari harus membuang susu terus. Saya sering bilang padanya, jangan membuang2 susu, karena susu harganya Mahal. Dia hanya diam saja.

Itu masih dalam Batas kesabaran saya, yang membuat saya semakin jengkel adalah dia selalu sibuk dengan menyetrika. Jadi dia menghabiskan waktunya hanya untuk menyetrika di belakang. Selidik punya selidik ternyata dia berlaga menyetrika, pdhal dia bermain HP. Saya sampai bertanya pada mama, apakah cucian bajunya Joe begitu banyak shg Ikah tdk selesai2 menyetrika. Karena semua baju di rumah kami dicuci dengan mesin cuci, termasuk baju Joe. Dan yang mengoperasikan mesin cuci itu adalah mama saya.
Satu kejadian aneh lagi, Joe tidak pernah punya waktu untuk bermain ato berexplorasi. Karena dia lebih banyak tidur. Dan kalo bangun pun waktunya habis hanya untuk makan. Saya awalnya curiga kalo Joe diberikan obat tidur. Itu feeling seorang ibu aja. Dan memang terbukti ketika Joe sudah tidak diurus oleh Ikah lagi. Joe sebenarnya sangat senang bermain & berexplorasi.

Selain itu, Joe sering kali muntah. Saat makan ato minum susu. Bayangkan apa yg bisa terserap oleh Joe, kalo dia sering banget muntah. Dalam 1 Hari bisa muntah 4-5x. Bahkan DSA nya pun terbingung2. Diberi obat untuk mengurangi muntahnya pun tidak ampuh. Joe muntah karena diberikan obat tidur. Memang sudah menjadi kebiasaan Joe, kalo diberikan obat, meski obat batuk sekalipun, dia bisa muntah. Joe menjadi anak yang pemarah, pemberontak, pemurung & seringkali menangis kencang saat sedang tidur.
Berat badannya menjadi turun banyak. Dan dalam 2bln dia tidak mengalami kenaikan sama sekali. Kalo sedang digendong Ikah, Joe akan menangis sekencang2nya minta pertolongan pada saya ato omanya. Jadi sebenarnya Joe lebih banyak bersama kami. Dan menurut perkiraan omanya, hal itu disengaja oleh Ikah, karena kami pernah menemukan lebam pada tubuh Joe. Entah bekas cubitan ato apa. Ketika kami tanyakan pada Ikah, dia hanya menjawab tidak tau deh. Mao marah gak sih??? Begitu Joe kami pegang, dia akan ngeloyor pergi entah kemana, berlaga sibuk dengan hal2 yang tidak penting. Saya sering mengajarkan dia, untuk mengajak main Joe, kalo dia tidur baru Ikah ngerjain yang lain, seperti beres2 lemari Joe, ato menyetrika. Namun, tidak diacuhkan sedikitpun omongan saya itu.

Tuhan memang sangat penyayang. Dia Maha Tahu & akan menunjukkan kebenaran pada umatNya. Pd bulan Februari, akhirnya Ikah minta cuti Mao pulang kampung, untuk urusan keluarga, katanya Mao tunangan. Sebenarnya dia belom boleh pulang kampung oleh Yayasan ABC (daerah Puri Indah), karena dia baru 3bln bekerja. Tapi saya kasihkan juga izin itu. Setelah dia pulang kampung, saya sempet sedikit curhat pada ibu pengurus Yayasan ABC. Dan dia berjanji Mao mendidik kembali Ikah. Namun, saya terlanjur trauma. Sebenarnya itu suatu kebetulan & kesempatan yang diberikan Tuhan pada saya untuk memberhentikan Ikah. Karena sebelumnya saya Mao mengeluarkan dia, tapi suami sangat menentang. Entah kenapa, suami sangat mempertahankannya. Meski semua orang sudah sangat menentangnya. Keluarga besar sempat mencurigai kalo Ikah Ada kemungkinan memakai mantra2 agar majikannya tetap menyukainya apapun yang dia perbuat. Tapi kami tidak Mao berburuk sangka mengenai itu, Karena tdk Ada bukti yang otentik. Hanya saja saya menemukan selembar kertas bertuliskan bahasa Sunda & 'something' spt buntelan kecil. To tdk tau kegunaannya.

Bahkan setelah 3 minggu saya mengurus Joe sendiri bersama omanya, suami masih mempertanyakan apakah Ikah Mao diambil kembali untuk dipakai lagi. Dan pihak yayasan juga sudah menanyakan terus. Saya sudah minta refreshment untuknya, tapi bukan berarti saya Mao memakainya lagi. Untuk apa saya mengulang kesalahan yang sama untuk ke-2 kalinya.

Satu Hari setelah Ikah keluar dari tempat kami untuk pulang kampung, Joe menjadi anak yang periang lagi. Dan dia mengalami banyak kemajuan. Salah satunya dia bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pinggiran tempat tidur, memegang botol susunya sendiri sambil memutar ke kanan & kiri menirukan saya, duduk sendiri tanpa bantuan siapapun. Dan mengucapkan kata Maaaaa.....

Betapa senangnya saya mengalami begitu banyak kemajuan dalam diri Joe. Dokternya pun kaget ketika kemarin imunisasi saya ceritakan kemajuan yang banyak pada diri Joe. Joe pun jadi doyan minum susu. Dan muntahnya berkurang. Amin yah Tuhan...Puji Syukur pada Mu, Tuhan.

Sekarang Joe punya banyak waktu untuk bermain & mempelajari lingkungannya. Semoga Joe bisa segera mengejar ketinggalannya. Dan sekarang Joe sudah mulai mengalami kemajuan, berat badannya sudah bertambah meski hanya sedikit, Dan badannya sudah mulai mengencang kembali. Senyumnya pun mulai merekah kembali di bibirnya yang imut2. Janganlah Ada lagi moms yang lain,,,yang akan terjebak oleh performance seorang suster. Don't judge a book from it's cover....betul banget deh tuh!!! Jadi hati2 sekali memilih babysitter untuk anak kesayangan Kita. Dan belom tentu metode pendekatan dengan menganggap sang babysitter sebagai keluarga sendiri bisa merubah tabiatnya. Karena itu selalu kami terapkan pada siapapun yang kerja di tempat kami. Entah itu pembantu, supir atopun babysitter. Jadi, semua berpulang kembali pada masing2 individu nya.

Blacklist Sri Ariyani

Temans,

Ini sungguh terjadi pada bayi adikku (keponakan ku)...babysitter bernama Sri ini sempat merawat anakku jg (Nevander) selama 1 bulan setengah sebelum ybs minta pulang krn ada urusan keluarga dan kualihkan ke adikku saat dia ingin kembali bekerja (krn aku sudah mendapat penggantinya).

Hati-hati ybs sangat pandai bicara, tutur kata dan perilaku baik dan sopan, bertubuh gemuk - berusia 35-an - berpengalaman mengasuh dan merawat bayi.

Jangan tinggalkan bayi/anak anda hanya seorang diri dengan babysitter di rumah tanpa pengawasan satu orang pun keluarga/orang dekat - dan bila 'sixth sense' anda sebagai seorang ibu mengatakan 'something wrong' - cepatlah bertindak...sekali lagi hati-hati...mohon beritahukan ke saudara, teman, rekan kerja, keluarga, - jangan pernah memakai babysitter ini (foto terlampir).

Thanks,
Meli

-----Original Message-----

From: sandra [mailto:sandradewi@gmx.net]

Sent: 06 Nopember 2006 9:38

Subject: Be Careful Baby Sister

Dear friends,

Selama ini saya sering membaca email mengenai baby sitter yang sering melakukan penyiksaan ke anak asuhnya.

Tak pernah terbayang bahwa hal itu akan terjadi pada anakku sendiri.

Baby sitter ini (foto terlampir) namanya SRI ARIYANI berasal dari Tanjung priok-Jakarta.

Ia pernah merawat anak kakakku karena kulihat orangnya baik dan sabar kemudian dia kuambil untuk merawat anakku sejak berusia 5 bulan sampai dengan saat lebaran kemarin (anakku usia 1 tahun) ia pamit pulang dan berjanji akan kembali lagi ternyata setelah usai lebaran ia tak kunjung datang.

Singkat cerita dari tak datang nya ia , baru kuketahui dari seorang saudaraku yang sengaja kuminta tinggal dirumah sejak 2 bulan terakhir untuk membantu mengawasi anakku (karena aku sudah merasakan ada sesuatu yang kurang beres, anakku kerap kali tiba2 terbangun dan menangis menjerit2 saat tidur pada malam hari)

Sangat kusesalkan aku terlambat mengtahui bahwa ternyata ia kerapkali melakukan penyiksaan terhadap anakku yang baru berusia 12 bulan itu, antara lain :

1. membentak2 anakku apabila ia ingin merangkak2 berkeliling rumah ( mungkin ia malas mengejar2)

2. memaksa anakku untuk menelan potongan puzzle kayu hingga anakku menangis menjerit2 dan memuntahkan potongan puzzle tersebut.

3. memelintir tangannya apabila pada saat sedang makan anakku berusaha mengambil sendok yang sedang ia gunakan untuk menyuap

4. distrum dengan menggunakan alat penangkap nyamuk.

5. mencelupkan kepala anakku ke dalam ember mandi hingga ia meminum air mandinya.

Friends, aku tak ingin ada lagi yang mengalami penyiksaan seperti anakku, tolong sebar luaskan email ini.

Berhati-hatilah karena ia pandai sekali berbicara dan mengambil hati kita sebagai orang tua sehingga kita tidak sadar bahwa buah hati kita terancam bahaya.

Blacklist Manisah

Ini terjadi dgn saya sendiri, jadi bukan sekedar hoax atau spam.

Harap berhati2 dgn Babysitter dibawah ini:
Nama: Manisah
No.KTP: 0114200925118105938
jenis kelamin: perempuan
Tmpt/tgl.lahir: Batumarta I , 25/11/81
Status: belum kawin
Alamat: Dusun Sumbermulyo BTM.I RT.2 Desa Batumarta I, Kecamatan Baturaja Timur
Ciri2: badan kecil, mulut agak monyong, rambut hitam panjang, foto terlampir (bagi yg tdk bisa melihat foto yg saya lampirkan feel free to email me at keshaalta@yahoo.com )

Terakhir sedang mencari pekerjaan didaerah Perumahan Daan Mogot Baru, Daan Mogot
Cengkareng, Jakarta Barat.

Babysitter ini tadinya bekerja pd saya selama 2 thn (terakhir saya pecat agustus 2005) Satu thn pertama baik2 saja, tp menginjak thn kedua saya memergokinya mencuri barang saya tp dia ngotot tidak mau mengaku, alasannya dia nemu. Sejak itu saya terus curiga krn dr awal dia sdh ketauan tdk jujur. Rupanya dia jd dendam pd saya krn pernah mengecheck tas-nya, dan ternyata dibelakang saya dia mulai melakukan kekerasan pada anak. Hal ini saya ketahui dr PRT saya yg melapor krn lama2 tdk tahan melihat perbuatannya yg munafik, didpn saya baik tp dibelakang saya anak saya diperlakukan kasar, dibentak2, dipiting tgnnya, diseret2, kepalanya dipukul2 dan berbagai macam yg saya tdk tega menulisnya disini krn bikin saya emosi lagi.

Pantas saja selama ini dia lbh suka jika bekerja tdk diawasi & mukanya ditekuk cemberut jika saya tanya2 ttg perkembangan anak/mengecheck pekerjaannya. Dan pantas saja anak saya dulu sering menangis tapi jika saya tanya dia jawab jatuh/kolokan saja.Ternyata anak saya sering dikasari olehnya.

Krn itu pd Agustus 2005 dia saya pecat. Bahkan saya tdk melaporkan perbuatannya pd yysn & polisi atas perlakuannya pd anak saya krn saya pikir thoh saya sdh tdk berurusan lg dgn org ini.Bbrp kali dia dtg main kekomplek saya utk bertemu teman2nya sambil terus menjelek2an saya seolah2 saya ini majikan yg tidak baik. Saya diamkan saja krn thoh kita sdh tdk ada hubungan kerja lagi.

Tapi ternyata bbrp hari ini dia mulai meneror saya dgn mulai mencari pekerjaan lagi disekitar tempat saya sambil terus-menerus menjelek2an saya pd semua org yg dia temui, seolah2 menantang saya. Rupanya sejak saya pecat, dia keluar-msk kerja ditmpt lain tdk pernah bertahan lama.

Kalau saya bilang babysitter ini sinting memang benar. Karena dr penampilannya keliatan kalem, tp ternyata kelakuan & mulutnya jelek bgt. Dan sekaligus sgt pendendam krn kejadiannya sdh thn 2005 sementara skr sdh thn.2007. Seolah2 dia tidak merasa bersalah sdh berlaku kejam terhdp anak asuhnya terus-menerus dan malah balik menjelek2an saya.

Hati2 jika bertemu dgn babysitter ini, jgn2 anda dan anak anda yg jadi korban berikutnya, krn dr penampilannya benar2 mengelabui, kalem, penurut & lembut, padahal dibelakang anda mulutnya sgt jelek. Manisah sekarang sedang berusaha mencari pekerjaan di daerah Daan Mogot Baru, Jakarta Barat.

Blacklist Yuli Haryanti

Lewat email ini saya ingin berbagi perngalaman, terutama buat para orangtua yang bekerja dan terpaksa menitipkan anaknya berada dalam pengasuhan babysitter atau pembantu.

Saya ibu dari 2 anak, bernama Bryan (2th 7bl) & Brandon (4bl). Karena saya dan suami bekerja, kedua anak saya tinggalkan dirumah, dan diasuh oleh masing2 babysitter dan 1 orang pembantu.

Babysitter Bryan bernama Yuli Haryanti, 20th, asal dari Gondang Legi - Boyolali - Jateng, saya ambil dari sebuah Yayasan di daerah Cinere - Depok.

Telah bekerja dirumah saya sejak bulan Juli 2005 (sebelumnya bekerja di Grogol dan Bogor). Pada awalnya, terlihat bahwa dia seorang yang cukup sopan, bersih, pandai, dan bisa mengajari anak saya berbahasa Inggris maupun Mandarin. Anak saya pun terlihat sayang dan cukup lengket dengan Yuli. Hal ini membuat saya cukup tenang meninggalkan Bryan dibawah pengawasannya.

Setelah 4 bulan bekerja, dia mengambil cuti lebaran, dan tetap kembali lagi bekerja di tempat saya. Pada waktu dia pulang kampung pun, Bryan beberapa kali mencari2 dan menanyakan Yuli, membuat saya tidak mengambil babysitter baru sekalipun Yuli kembali dari kampung cukup terlambat dari kesepakatan kami semula.

Setelah kembali bekerja, giliran saya cuti selama 3 bulan karena melahirkan Brandon. Dalam masa cuti saya itulah, mulai terlihat beberapa keanehan dalam diri Yuli. Ternyata, biarpun ada saya, dia terlihat kurang sabar dalam mengasuh anak, beberapa kali terlihat diam saja jika ditanya oleh Bryan. Bahkan saya perhatikan dia seolah2 lebih menyukai Brandon (mungkin karena masih bayi dan belum bisa merepotkan). Beberapa kesalahan kecil dari Yuli masih saya diamkan saja, hanya beberapa kali saya tegur jika menyangkut anak. Mulai terlihat juga kemalasan dia dalam bekerja, seperti malas mencuci baju Bryan, malas mengajari (dengan alasan Bryan tidak mau belajar kalau saya ada dirumah). Hal2 seperti inilah yang sering membuat saya menegur dia, karena saya lihat beberapa kali baju Bryan tidak dicuci, malah dipakai lagi keeseokan harinya dengan alasan masih bersih.

Setelah saya kembali bekerja, saya makin menemukan berbagai keanehan setiap kali saya pulang kerumah. Saya lihat Bryan semakin nakal, semakin rewel dan justru semakin lengket ke saya dan papanya, dan kadang sama sekali tidak mau dengan Yuli.Kalau malam, Bryan sering mengigau menangis2.

Karena keanehan2 itulah pada hari Minggu, 26 Maret 2006 yang lalu pembantu dan suster Brandon saya panggil, saya tanyakan mengenai dia. Saat itulah mereka baru berani bercerita bahwa setiap saya & suami saya tidak dirumah, Bryan selalu dibentak2 dan dimarahi. Hanya keterangan itu yang berhasil saya dapatkan, dan ketika Yuli saya panggil, dia mengakui perbuatannya (malah menambah bahwa dia pernah memukul pelan Bryan). Dia bilang bahwa dia memang sedang ada banyak masalah sehingga kurang sabar, serta meminta maaf kepada saya dan suami, dan berjanji akan memperbaiki sikapnya. Setelah berunding dengan suami, kami mencoba memaafkan dan memberi kesempatan kepadanya.

Hari Selasa, 28 Maret 2006, secara iseng saya mencoba bertanya lagi kepada pembantu saya, apakah ada lagi perbuatan Yuli yang belum diceritakan kepada saya. Dengan takut2, pembantu saya akhirnya bercerita bahwa Bryan tidak hanya dibentak dan dipukulin, tapi juga pernah DIIKAT kaki dan tangannya karena tidak mau belajar. Pernah juga DITAMPAR pipinya. Mendangar cerita itu, kemarahan saya meledak. Saya panggil ketiga2nya (Yuli, babysitter Brandon dan pembantu saya). Saya minta mereka berdua untuk melaporkan apa2 saja yang mereka ingat, dan ternyata Yuli mengakui SEMUANYA. Malam itu juga saya minta Yuli membereskan barang2nya, kemudian keesokan harinya (Rabu, 29Maret 2006 dia DIANTARKAN suami saya ke Grogol, karena dia akan kerumah saudaranya ke daerah situ).

Seujung rambutpun saya tidak menyentuh dia, juga tidak membiarkan dia pulang begitu saja, karena saya masih punya rasa manusiawi!!! Gaji pun saya bayarkan sampai hari terakhir dia bekerja, bahkan saya tambahkan ongkos.

Sorenya, ketika saya & suami pulang kerumah, pembantu & babysitter Brandon baru berani terang2an bercerita (selama ini mereka takut, karena selalu diancam oleh Yuli), kalau ternyata perbuatan Yuli tidak hanya sampai disitu. Daftar perbuatannya begitu panjang, saya coba menuliskan beberapa :
1. Memukul Bryan (alasannya, Bryan, anak berusia 2.5th lebih dulu memukul dia)
2. Mengikat kaki & tangan Bryan karena tidak mau belajar
3. Membungkam mulut Bryan dengan wash lap kalau Bryan menangis
4. Jarang memberi Bryan sarapan, jika Bryan kelaparan dan minta makan, justru Ditampar!
5. Membentak2 Bryan, bahkan mengata2i bego, goblok dsb terutama kalau Bryan salah memakai sandal
6. Memaksa Bryan memakai Pampers kalau siang (padahal saat ini, malam pun Bryan sudah tidak memakai Pampers)
7. Memaksa Bryan memakai celana sendiri, bahkan kadang dibiarkan saja dia sampai menangis2 karena tidak bisa
8. Melarang Bryan tidur siang, biarpun Bryan sudah sangat mengantuk supaya malam tidurnya cepat (dia malas repot kalau Bryan tidur terlalu malam)

Dan masih BANYAK lagi hal2 yang justru membuat saya hanya bisa menangis dan menyesali kebodohan saya, karena membiarkan anak saya selama ini berada di bawah pengawasan orang seperti dia. Seandainya saya tahu sejak kemarin, pasti saya akan laporkan ke polisi.

Saya coba cek ke tetangga2 depan, kanan dan kiri, juga ke sekolah Gymboree, dan miss yang selalu mangantar jemput Bryan ke sekolah. Ternyata mereka selama ini sudah tahu semuanya, hanya saja tidak berani menceritakan kepada kami.

Karena tidak terima, suami saya menelepon ke HP Yuli, menanyakan semuanya, dan ternyata Yuli MENGAKUI semua perbuatan dia. Kami ancam dia untuk melaporkan ke polisi, dan dia sangat ketakutan, memohon2 ampun kepada kami.

Bahkan ibunya dari kampung juga sampai menelepon kami, minta2 maaf. Bagi kami, permohonan maaf sebenarnya tidak cukup untuk mengobati trauma Bryan yang sudah dialami beberapa bulan, akan tetapi kami (dengan susah payah) berusaha untuk mengampuni dia. Kami hanya punya syarat, tidak mengijinkan dia menjadi suster lagi, di YAYASAN MANAPUN (Yayasan tempat dia sudah kami lapori, dan dia dikeluarkan dari situ). Cukup Bryan menjadi korban terakhir (sebelumnya, dia mengaku juga sering membentak2 anak asuhnya, tapi belum sampai memukul karena majikannya ada dirumah).

Dia sudah membuiat surat pernyataan diatas meterai, juga segala pengakuannya sudah kami rekam sebagai bukti2 jika suatu hari nanti dia ingin kembali lagi bekerja sebagai babysitter.

Saat ini, keinginan kami hanya supaya Bryan terbebas dari traumanya. Perlu diketahui, sejak Yuli keluar, semua tetangga berkomentar bahwa Bryan berubah 180 derajat. Saat ini dia kembali periang, aktif dan tidak rewel.

Dan sekalipun Bryan TIDAK PERNAH menanyakan "Suster Yuli"-nya. Sejak saat itu Bryan saya titipkan ke tetangga2 yang tidak bekerja, juga ke kepala sekolah Gymboree. Surat pernyataan Yuli dan KTP-nya saya fotokopi, saya serahkan ke security Kota Wisata tempat kami tinggal, supaya tidak terjadi hal2 jelek di kemudian hari. Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran buat kami, juga bagi semua yang membaca, agar hati2 dan lebih selektif dalam memilih babysitter.

Hati2 karena kelakuan mereka di depan dan dibelakang kita kadang berbeda, atau malah sangat bertolak belakang!!!

Terima Kasih. Tuhan memberkati kita semua!
Salam,
Elizabeth Arsiani

(blacklist-babysitter-pembantu/adm)



Salam,
Tim DakiUnta.Com


Blacklist Nenti

Saya mau berbagi cerita tentang perempuan yang satu ini, pembantu rumah tangga bernama Nenti tangga berumur 16 tahun, lulusan SD, pengalaman bekerja sebagai prt selama 4 tahun, berasal dari desa Batu Nunggul 2 Kec. Cikalong Kab. Cianjur.
Nenti bekerja ditempat saya sebagai PRT semenjak Oktober 2009, bekerja selama 4 bulan. Sebulan pertama pekerjaannya sangat bagus dan memuaskan, bulan ke 2, prt lama punya ibu saya kembali ke rumah, jadi saat itu ada 2 prt dirumah, dan pembagian tugas menjadi Nenti adalah melayani kebutuhan anak-anak saya. Setiap hari pertama bagi prt baru yang bekerja dirumah kami, saya selalu memberitahukan peraturan didalam rumah dan saya tempelkan pula didinding, termasuk didalamnya tidak boleh ada bergosip ataupun bergunjing, atau menerima hp pada saat sedang mengurus anak-anak.
Semenjak kedatangan prt punya ibu saya, Nenti menjadi sangat teledor, malas, dan tidak punya tata krama, juga tidak fokus terhadap pekerjaannya, sering melamun dan tidak mendengar apabila diajak berbicara.
saya sudah membuatkan daftar pekerjaan lengkap dengan jam dan detilnya, tapi selalu saja dia terlupa. Sering sekali saya dapati dia belum mandi pagi tapi sudah mengurus anak-anak, seharian mandi baru sore hari, Nenti menjadi sangat jorok sampai dengan seminggu yang lalu anak perempuan saya yg pertama berumur 3 tahun mengalami iritasi parah pada alat kelaminnya (istilah jawanya 'ledes), baru saya tegur karena kejorokannya itu telah merugikan orang lain. setiap harinya mandi pagi harus disuruh, kalau tidak bersih terhadap dirinya sendiri bagaimana bisa bersih mengurusi anak kecil. Celana dalam anak-anak yang telah kotor bergeletakan dimana-mana, terkadang
diatas TV diruang keluarga atau baju kotor anak-anak masih berada disofa dekat kamar mandi, padahal mandi sore jam 4 dan baju kotor masih berada disitu jam 8 malam. Semenjak kasus iritasi tersebut seperti ada alarm buat saya, mulai saya cek
semua perlengkapan makan dan minum anak-anak, benar saja gelas minum dengan sedotan yang setiap hari dipakai anak-anak penuh dengan lumut, oh Tuhan, hancur hati saya malam itu, prt yg saya percaya dan pekerjaannya selalu saya cek pada
bulan-bulan pertama ternyata tidak bisa dipercaya, padahal setiap hari saya selalu ingatkan untuk benar-benar hygienis terhadap apapun yg digunakan oleh anak-anak. Disini batas kesabaran saya sudah habis.
Selain itu, bulan kedua saat dia bekerja dirumah saya, anak saya yang pertama Gisselle menjadi sangat temperamen, pemberontak, pemurung dan seringkali menangis, saat tidur pun dia selalu menangis, Gisselle selalu berkomentar kalau Nenti
itu nakal dan selalu mengganggu. saat itu juga saya tegur Nenti bahwa dia bekerja dirumah untuk menemani dan melayani kebutuhan anak-anak, bukan untuk mengganggu saat anak-anak sedang bermain dan berekplorasi.
Saya sudah tidak tahan lagi, setiap sore pulang kantor selalu mendengar kedua anak saya menangis, entah semenjak bulan kedua dia bekerja dirumah, kedua anak saya selalu cengeng dan tidak pernah ceria, selalu berteriak didalam rumah, saya berdiskusi dengan suami untuk memberhentikan prt ini dan meminta dia untuk pulang ke kampungnya. Tapi suami tidak mengizinkan, malah memberi saran untuk memberikan kesempatan lagi kepada Nenti, karena dia masih kecil dan masih tahap belajar.
Tapi TUHAN berkata lain, tepat tanggal 31 Januari 2010 jam 5 subuh, Nenti kabur dari rumah, tanpa pesan tanpa salam ataupun pamit kepada siapa-siapa. Memang benar-benar sopan santunnya Nenti ini masih minus, sudah digembleng dirumah kami agar tidak memalukan pada saat acara perkumpulan keluarga besar kami, masih saja masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Nenti sudah tidak bekerja lagi dirumah kami, saya langsung yang melayani kebutuhan anak-anak, barulah keluar dari mulut gadis kecil saya jika Nenti selalu merebut mainan dia, merebut alat tulisnya, menghina-hina dan meledek Gisselle, anak ke dua saya Geoff berusia 23 bulan masih belum bisa berbicara jelas, tapi semenjak kepergian Nenti, Geoff
menjadi lebih tenang, tidak temperamental dan tidak pernah menangis, jika meminta apapun dia selalu berusaha untuk mengucapkannya dengan baik walaupun kurang jelas prononsiasinya. Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan jalan terbaik bagi anak-anak saya. walaupun saya harus kerja keras dari dini hari sebelum berangkat
ke kantor sampai dengan tengah malam sampai anak-anak tertidur, tapi saya lega karena kehidupan anak-anak telah normal kembali.
saat dia pergi saya tidak berusaha untuk menelepon ataupun sms, cukup saya periksa barang-barang yang ada dirumah, dan saya minta prt ibu saya untuk memeriksa barang-barangnya karena Nenti dan dia tidur satu kamar. ternyata benar, HP dia pagi itu tidak ada dikamar, tapi sudah diteras rumah, dipinggir pagar, ya Tuhan...
dan kemarin saya baru mendengar kabar lagi dari ibu-ibu sekitar rumah kalau ternyata setiap pagi dan sore saat Nenti menemani anak-anak bersepeda, dia tidak pernah absen mengabarkan kegiatan seisi rumah kepada teman-teman bergosipnya disekitar komplek, langsung amarah saya memuncak saat itu. Berani benar anak kecil ini, saya langsung
berusaha menelepon dia tetapi tidak diangkat, saya kirim sms saat itu posisi 10.26pagi, sms balasan dari Nenti baru saya terima pukul 12.23 siang, dan dia memaki saya serta mengumpat tanpa rasa sesal sekalipun.
Untuk semua Mom, belom tentu metode pendekatan dengan menganggap sang prt sebagai keluarga sendiri bisa merubah tabiatnya. Karena itu yang selalu kami terapkan pada prt, babysitter atau supir yang kerja di tempat kami. Jadi, semua berpulang kembali pada masing-masing individu, sifat, tabiat dan kebiasaan seseorang tidak mudah untuk dirubah. bertahun-tahun saya memiliki prt yang awet sampai 2 tahun kemudian pulang dan menikah di kampung dan tidak balik lagi ke kota, hanya prt ini yg benar-benar membuat saya menyesal memperkerjakan dia dirumah saya, tapi penyesalan memang tidak berguna, disini saya lampirkan pula foto Nenti, agar para mom bisa lebih waspada apabila akan menerima prt baru bekerja dirumah.

terima kasih.

Tuhan Memberkati.
salam,
Orchid

Re: Blacklist Nenti

Wah 1 lagi PRT parah...Yg kaya gitu sih ga usah dikasih kesempatan...pecat aja langsung.

Ga muncul foto Nenti nya tuh...?