Kecewa di Bobby's Steak
Sabtu kemarin ini saya menyempatkan diri bersama keluarga makan bersama di Bobby's Steak di bilangan Tanjung Duren.
Kenapa? Karena saya mendapat rekomendasi mengenai restoran ini di website *as**s.us sepertinya comfy dan tidak mahal. Selain itu juga memiliki konsep yang menarik yaitu penyajian steak diatas batu sehingga daging steak akan terus hangat.
Tapi ternyata saya cukup kecewa dan Bobby's Steak tidak berkesan sama sekali di hati saya.
Setelah turun tol dan sempat nyasar sedikit kami akhirnya menemukan Bobby's Steak di pinggir jalan Tanjung Duren. Kesan pertama...kecil dan sempit. Hanya ada 6 - 7 meja jauh dari kesan comfy yang saya bayangkan. Kesan berikutnya adalah tidak terlayani sempurna karena ada piring dan gelas kotor di meja yang belum sempat dibersihkan. (Bahkan sampai kami selesai makan).
Belum lagi pelayanannya yang lama...kami menunggu sekitar 45 menit sampai menu yang kami pesan muncul. Sepasang pengunjung yang datang setelah kamipun menyerah dengan meninggalkan Bobby's Steak. Mungkin karena tidak tahan menunggu atau kelaparan.
Setelah menu datang, hanya tiga hidangan yang keluar (kami ber-4). So? Pasti kelupaan nih...Tapi mereka bilang sebentar lagi sedang disiapkan. Oke lah saya tunggu saja. Setelah hidangan keluarpun itu bukan steak yang saya pilih. Darah mulai naik ke kepala saya...Saya tolak steak tersebut, tapi kemudian pelayan itu keluar lagi untuk memberi steak yang sama dengan alasan steak ini dengan kualitas daging impor. Untuk catatan saya memesan 3 tenderloin impor (stone grilled) dan 1 tenderloin lokal (biasa tanpa stone grilled). Jadi menu yang keluar adalah 2 tendeloin impor stone grilled dan 2 tenderloin lokal tanpa stone grilled.
Jadi mereka beralasan untuk steak tenderloin lokal yang salah itu adalah sebenarnya tenderloin kualitas impor tapi penyajian tanpa batu (stone grilled) karena batunya tidak siap. Akhirnya dengan hati dongkol saya terima juga hidangan tersebut. Ketika ingin menyantap, wah ternyata hanya diberi daging, paprika dan bawang bombay saja. Padahal 3 hidangan lainnya lengkap dengan kentangnya. Saya pun protes dan minta kentang saya. Pelayan itu berkata kentangnya menyusul saja...Yang akhirnya datang juga ketika steak saya yang alotnya (katanya kualitas impor, bohong nih) hampir habis...Dan bencinya lagi kentangnya masih agak keras alias kurang matang...Terlalu deh. Sangat tidak profesional.
Muka saya sudah judes dan tidak bersahabat...dan mungkin pelayan itu menyadarinya dan akhirnya memberikan kami diskon hidangan penutup pisang, strawberry dengan kayu manis...Serta diskon 5%, meski ngitungnya juga ribet (nggak profesional juga) dan hampir salah.
Ya meskipun tidak profesional, saya tetap menghargai usaha mereka yang berinisiatif memberikan diskon hidangan penutup dan diskon 5% (awalnya voucher). Tapi kami tolak voucher itu karena kami rasanya tidak akan balik lagi deh...At least mereka mencoba untuk menarik konsumen mereka balik makan disana lagi dengan inisiatif baik tersebut. Yang saya tahu kemudian adalah Bobby's Steak ini hanya dijalankan oleh 3 orang saja...Pantes kewalahan dan menyebabkan ketidak profesionalan yang tidak perlu...
Kesimpulannya untuk rasa okelah, sausnya juga lumayan. Tapi untuk kualitas daging dan pelayanan harus dan masih jauh lagi untuk ditingkatkan. Serta luas tempat makan juga sedikit banyak mempengaruhi mood pelanggan. Dan tambah lagi SDM nya biar tidak kewalahan dan ujung - ujung nya kekecewaan pelanggan dan mana ada pelanggan yang mau balik lagi kesana...




Re: Kecewa di Bobby's Steak
Setelah saya mencoba bobby steak pada tanggal 10 feb 09 jam 10 malam saya mulai mencari informasi mengenai resto ini, dan ternyata saya mendapat link blog dakiunta.com yg ternyata mengaku kecewa atas pelayanan resto tersebut. Tapi kejadian itu tidak terjadi kepada saya. Pelayanan dan makanan yg disuguhkan sangat enak di lidah saya, dan sangat lembut di makan(saya memesan almost done ato 3/4 matang). Kemungkinan anda memesan daging matang alias well done. Perlu diketahui beberapa steak impor tidak bisa di masak terlalu matang dikarenakan bisa menyebabkan terlalu alot. Dari segi pelayanan menurut saya sangat ramah. Koki nya langsung menanyakan gmana ada komplain ato masukan tentang masakan dia. Satu2 kekurangan nya menurut saya karena porsinya kecil, jadi saran saya hanya perlu dibuat menu super untuk memuaskan cust yg membutuhkan asupan kalori yg banyak. Setelah ngobrol beberapa saat saya diberi compliment pisang yg di taburi bumbu kayu manis dan saus spesial. Sangat enak setelah makan steak. Saran saya mungkin untuk yg blom pernah mencoba jangan takut untuk mencoba disana. Yah mungkin pada saat itu pelayanan nya blom terkoordinasi dengan baik. Tapi menurut saya price untuk semi fine dining sudah sangat2 memuaskan.
Kalo saya bilang worth it kok...!!
Sama seperti Reply diatas, menurut saya sih worth it sekali, dimana disajikan dengan unik dan dari segi rasa memang sangat enak...
Baru kali ini saya merasakan dengan harga yang relatif murah mendapat steak sekelas steak bintang lima. Saya pernah mencoba makan di beberapa hotel di bilangan di Jakarta. tidak kalah dari segi penyajian dan rasa.
Mengenai pelayanan ya kalo saya sih tidak mempermasalahkan, dan memang koki sangat ramah sekali. Mungkin yg dialami penulis pertama di atas saat kondisi yang memang kebetulan kurang kecermatan pegawai. hehe... untung saya tidak... berarti anda kurang beruntung..
kalo saya terus menjadi pelanggan tetap sampai sekarang. bahkan teman2 saya yang suka nge-gym rata2 pada kesitu karena ada produk steak request khusus untuk para body builder. dimana rendah kalori/lemak (saya kurang paham yg begini)